Kalo teman-teman yang biasa berjualan di media sosial entah itu instagram atau facebook, pasti udah ga asing lagi sama aplikasi penampung database calon customer kayak whatsapp dan telegram. Yang terdepan dalam aplikasi terbesar saat ini adalah whatsapp messenger, dengan 1,2 milliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Kebayang sendiri kan potensi marketnya kayak gimana?

Jadi kita ga bisa mengabaikan potensi kayak gini. Tapi kadang kita sendiri masih belum bisa memanfaatkan potensi whatsapp marketing ini. Alasan utamanya simple banget: karena hampir semua pelanggan potensial kita itu punya whatsapp. Faktanya udah lebih dari 50 Milliar pesan dikirim melalui whatsapp setiap hari.

Strategi Memanfaatkan Whatsapp Marketing

Karena whatsapp ga ada ruang buat ngiklan, maka kita mesti kreatif memanfaatkan fitur yang ada untuk berpromosi. Penting buat kita mengembangkan strategi mendekatkan bisnis kita ke konsumen melalui whatsapp marketing. Berikut beberapa strategi yang bisa kita manfaatkan untuk bisnis online kita.

1. Kumpulkan Kontak whatsapp Prospek Sebanyak-banyaknya

Kalo lagi ngiklan jangan sampai teman-teman ga simpan kontak calon prospek kita. Jangan sampai mereka cuman tanya-tanya aja tapi kontaknya ga disimpan sama sekali. Biarpun belum terjadi closing, setidaknya kita udah punya kontak mereka untuk bisa difollow up lagi kalo misalnya ada promo produk terbaru.

Kenapa bikin “kolam” di facebook sama instagram aja ga cukup? Karena 2 aplikasi itu sifatnya hanya sosial media yang ga dibuka setiap saat. Apalagi kalo kita posting, dia malah ga liat karna ketutupan sama konten lain, kan sayang banget.

Makanya kita perlu database lain yang jauh lebih detail dan tentunya dipunyai semua orang, whatsapp adalah salah satu jawabannnya.

2. Minta Prospek Simpan Nomer Whatsapp Kita

Kalo udah dapat nomer prospek, teman-teman bisa meminta mereka untuk menyimpan nomer kita juga. Ketika pertama kali dia menghubungi kita, coba minta untuk menyimpan nomer kita, kalo mereka ga mau nyimpan ya udah gapapa. Kita coba lain waktu untuk menyimpan nomer kita.

Gimana caranya biar calon prospek kita nyimpan nomer whatsapp kita?

Yang paling simple adalah dengan memberikan sesuatu yang free alias gratis. Siapa sih yang ga mau gratis ya kan? hehehe..

Tapi apa yang bisa diberikan gratis? Bisa berupa ebook yang bermanfaat buat mereka, hadiah kecil, kupon diskon dan sebagainya. Nah yang gratisan ini hanya akan dibagikan kepada mereka yang menyimpan kontak kita aja, kalo ga nyimpan ga usah dikasih.

3. Broadcast Berkala Kepada Prospek Kita Agar Terbangun Interaksi

Nah untuk mengundang interaksi kepada calon prospek/langganan ini, kita mesti belajar lebih dalam tentang teknik copywriting. Teknik copywriting ini sendiri ada banyak macamnya, ada softselling, covertselling, hypnoselling dan lainnya.

Karena broadcast ini sifatnya pribadi, maka kita ga boleh terlalu sering untuk melakukan hal ini. Biar ga dikira spamming atau nyampah ke japrian orang lain. Kalo udah dikira sampah, branding kita akan jadi negatif di mata mereka. Jadi bijaksanalah menggunakan fitur broadcast ini, ya!

Dengan membangun interaksi seperti ini, kita membangun trust kepada mereka biar keraguan mereka hilang. Kita bisa kirim artikel-artikel yang bermanfaat yang masih berhubungan dengan produk kita. Misal produk fashion, bisa kirim artikel tips dan trik tentang fashion gitu. Terus lama-lama jadi tergoda buat beli produk kita deh. Gimana? Keren ga strateginya?

Biar ga ribet broadcast artikel buat calon prospek kita, bisa pakai tools WBS PRO untuk memudahkan kita dalam hal mengatur kontak whatsapp kita lebih rapi dan terhindar dari potensi banned.

4. Buat Grup Khusus Reseller

Kalo scalon pelanggan udah percaya sama kita, artinya kredibilitas toko online kita udah mulai terbangun tuh. Teman-teman bisa mulai membangun pasukan reseller pelan-pelan. Sekarang tugas kita baru lagi, membina mereka untuk bisa menghasilkan dari produk punya kita.

Reseller bisa kita dapatkan dari database kontak kita. Dari sekian banyak customer pasti ada yang pengen gabung jadi reseller kita kan? Masukin deh mereka ke grup khusus reseller yang udah kita siapkan. Fokuskan skill mereka untuk bisa jadi reseller yang baik dan konsisten menghasilkan. Dengan suksesnya reseller, maka bisnis kita pun otomatis terangkat juga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.