3 Tips Sukses Memanfaatkan Whatsapp Sebagai Media Bisnis Online

3 Tips Sukses Memanfaatkan Whatsapp Sebagai Media Bisnis Online

Whatsapp sebagai salah satu aplikasi pengirim pesan udah punya pengguna terbanyak di seluruh dunia. Hal ini yang membuat Facebook akhirnya berani mengakuisisi platform ini untuk masuk ke dalam lini bisnisnya. Seperti yang udah dijelaskan di artikel sebelumnya, bahwa pengguna whatsapp saat ini adalah yang terbanyak di dunia.

Tapi meskipun banyak, cuma segelintir orang yang bisa memanfaatkan aplikasi ini sebagai sarana bisnis onlinenya. Nah untuk itu saya coba merangkum beberapa tips sukses untuk memaksimalkan whatsapp sebagai media bisnis online teman-teman semua.

Saya harap materi kali ini ga terbuang jadi teori saja tanpa ada hasil karena ga ada yang praktik. Praktik adalah kunci keberhasilan sebuah teori yang diajarkan semua mastah di bisnis online. Termasuk kita-kita yang baru belajar ini. Jadi saya harap teman-teman mempraktikkan materi ini kali ini dengan maksimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal juga.

Mari kita simak materinya sama-sama

1. Perluas Jaringan Teman

Yang pertama tentu saja kita harus memperbanyak dan memperluas jaringan kita. Kalo database kontak kita masih sebatas nomer-nomer teman akrab atau keluarga dekat doang. Dengan jaringan pertemanan yang luas ini, kita akan memperbesar kemungkinan terjadinya penjualan melewati whatsapp marketing.

Oleh sebab itu mulai dari sekarang kita harus menambah database kontak whatsapp kita dengan orang yang sesuai target produk kita. Caranya bisa meminta nomer mereka secara manual, atau bisa meminta teman-teman 1 grup bisnis online menyimpan nomer kita. Tapi hati-hati dengan cara ini ada orang yang ga suka nomernya ditambahkan secara sembarangan.

Mintalah dengan santun, beradab dan sopan. Bukan tau-tau dimasukkin ke grup yang ga jelas ga pake izin sama pemilik nomer. Itu ga etis banget, teman-teman. Mari kita belajar jadi pebisnis online yang beradab dan santun.

2. Kreatif Dalam Membuat Konten

Kalo teman-teman statusnya masih jadi reseller produk, tentu kita akan menghadapi saingan yang sama dengan reseller yang lain. Nah ketika promosi produk menggunakan whatsapp (entah itu menggunakan whatsapp story ataupun broadcast message) usahakan untuk terlihat berbeda daripada yang lain.

Ini yang sering saya lakukan. Karena status saya sebagai dropshipper, tentu saja produk ini akan selalu ada pesaingnya. Saya ga mau keliatan sama kayak yang lain, jadi saya sendiri bikin foto produknya. Edit sendiri, cari bahan sendiri. Hasilnya produk saya beda sendiri daripada yang lain, walaupun sama-sama dropshipper juga.

Berikan kesan kalo kita emang punya toko sendiri, bukan sekadar “numpang” jualan pake produk orang lain. Paham ya?

3. Membuat Grup Aplikasi Whatsapp

Salah satu fitur yang sering dimanfaatkan untuk berjualan online adalah grup whatsapp. Dengan adanya grup ini, kita bisa berinteraksi langsung dengan para calon prospek yang memang tertarik dengan produk-produk kita. Di grup ini, kita bisa sharing info artikel terbaru yang ada hubungannya dengan produk yang kita jual.

Di grup kita juga bisa sharing info diskon/promo terbaru yang ada di produk kita. Peluang terjadinya closing menurut saya akan lebih besar. Tapi tetap share juga info promosinya di status whatsapp kita, siapa tau ada yang ga nyimak grup misalnya.

Tapi tetap harus mengutamakan etika dan sopan santun ya. Tidak boleh sembarangan mengundang orang ke grup milik kita. Biar mereka ikhlas dan rela masuk ke grup, coba undang baik-baik.

***

Buat teman-teman yang masih kesulitan untuk broadcast message satu per satu ke calon buyer/pelanggan, saya sarankan untuk menggunakan tools whatsapp marketing saja. Karena dengan bantuan sebuah tools, pekerjaan kita akan jadi lebih mudah. Akan ada banyak waktu yang bisa dihemat daripada harus japri kontak satu per satu.

Kebetulan ada tools whatsapp marketing terbaru yang saya rekomendasikan buat temen-temen. Namanya WBSPro tools untuk follow dan kirim pesan whatsapp secara singkat langsung ke seluruh database kita. Kalo temen-temen ketemu tools whatsapp marketing yang bayar bulanan, sekarang kalo pake WBSPro teman-teman cuman bayar sekali aja tanpa perlu perpanjangan lagi.

Sekian info dan materi whatsapp marketing kali ini, semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Sebarkan artikel ini ke grup-grup bisnis teman-teman, ke grup wa, grup fb dan lainnya biar lebih banyak lagi yang merasakan manfaat positif dari artikel ini.

Strategi Memanfaatkan Whatsapp Sebagai Sarana Bisnis Online Anda

Strategi Memanfaatkan Whatsapp Sebagai Sarana Bisnis Online Anda

Kalo teman-teman yang biasa berjualan di media sosial entah itu instagram atau facebook, pasti udah ga asing lagi sama aplikasi penampung database calon customer kayak whatsapp dan telegram. Yang terdepan dalam aplikasi terbesar saat ini adalah whatsapp messenger, dengan 1,2 milliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Kebayang sendiri kan potensi marketnya kayak gimana?

Jadi kita ga bisa mengabaikan potensi kayak gini. Tapi kadang kita sendiri masih belum bisa memanfaatkan potensi whatsapp marketing ini. Alasan utamanya simple banget: karena hampir semua pelanggan potensial kita itu punya whatsapp. Faktanya udah lebih dari 50 Milliar pesan dikirim melalui whatsapp setiap hari.

Strategi Memanfaatkan Whatsapp Marketing

Karena whatsapp ga ada ruang buat ngiklan, maka kita mesti kreatif memanfaatkan fitur yang ada untuk berpromosi. Penting buat kita mengembangkan strategi mendekatkan bisnis kita ke konsumen melalui whatsapp marketing. Berikut beberapa strategi yang bisa kita manfaatkan untuk bisnis online kita.

1. Kumpulkan Kontak whatsapp Prospek Sebanyak-banyaknya

Kalo lagi ngiklan jangan sampai teman-teman ga simpan kontak calon prospek kita. Jangan sampai mereka cuman tanya-tanya aja tapi kontaknya ga disimpan sama sekali. Biarpun belum terjadi closing, setidaknya kita udah punya kontak mereka untuk bisa difollow up lagi kalo misalnya ada promo produk terbaru.

Kenapa bikin “kolam” di facebook sama instagram aja ga cukup? Karena 2 aplikasi itu sifatnya hanya sosial media yang ga dibuka setiap saat. Apalagi kalo kita posting, dia malah ga liat karna ketutupan sama konten lain, kan sayang banget.

Makanya kita perlu database lain yang jauh lebih detail dan tentunya dipunyai semua orang, whatsapp adalah salah satu jawabannnya.

2. Minta Prospek Simpan Nomer Whatsapp Kita

Kalo udah dapat nomer prospek, teman-teman bisa meminta mereka untuk menyimpan nomer kita juga. Ketika pertama kali dia menghubungi kita, coba minta untuk menyimpan nomer kita, kalo mereka ga mau nyimpan ya udah gapapa. Kita coba lain waktu untuk menyimpan nomer kita.

Gimana caranya biar calon prospek kita nyimpan nomer whatsapp kita?

Yang paling simple adalah dengan memberikan sesuatu yang free alias gratis. Siapa sih yang ga mau gratis ya kan? hehehe..

Tapi apa yang bisa diberikan gratis? Bisa berupa ebook yang bermanfaat buat mereka, hadiah kecil, kupon diskon dan sebagainya. Nah yang gratisan ini hanya akan dibagikan kepada mereka yang menyimpan kontak kita aja, kalo ga nyimpan ga usah dikasih.

3. Broadcast Berkala Kepada Prospek Kita Agar Terbangun Interaksi

Nah untuk mengundang interaksi kepada calon prospek/langganan ini, kita mesti belajar lebih dalam tentang teknik copywriting. Teknik copywriting ini sendiri ada banyak macamnya, ada softselling, covertselling, hypnoselling dan lainnya.

Karena broadcast ini sifatnya pribadi, maka kita ga boleh terlalu sering untuk melakukan hal ini. Biar ga dikira spamming atau nyampah ke japrian orang lain. Kalo udah dikira sampah, branding kita akan jadi negatif di mata mereka. Jadi bijaksanalah menggunakan fitur broadcast ini, ya!

Dengan membangun interaksi seperti ini, kita membangun trust kepada mereka biar keraguan mereka hilang. Kita bisa kirim artikel-artikel yang bermanfaat yang masih berhubungan dengan produk kita. Misal produk fashion, bisa kirim artikel tips dan trik tentang fashion gitu. Terus lama-lama jadi tergoda buat beli produk kita deh. Gimana? Keren ga strateginya?

Biar ga ribet broadcast artikel buat calon prospek kita, bisa pakai tools WBS PRO untuk memudahkan kita dalam hal mengatur kontak whatsapp kita lebih rapi dan terhindar dari potensi banned.

4. Buat Grup Khusus Reseller

Kalo scalon pelanggan udah percaya sama kita, artinya kredibilitas toko online kita udah mulai terbangun tuh. Teman-teman bisa mulai membangun pasukan reseller pelan-pelan. Sekarang tugas kita baru lagi, membina mereka untuk bisa menghasilkan dari produk punya kita.

Reseller bisa kita dapatkan dari database kontak kita. Dari sekian banyak customer pasti ada yang pengen gabung jadi reseller kita kan? Masukin deh mereka ke grup khusus reseller yang udah kita siapkan. Fokuskan skill mereka untuk bisa jadi reseller yang baik dan konsisten menghasilkan. Dengan suksesnya reseller, maka bisnis kita pun otomatis terangkat juga.

 

3 Alasan Harus Ikut Mentoring Landing Page Mastery

3 Alasan Harus Ikut Mentoring Landing Page Mastery

Sejak beberapa postingan yang lalu, saya sudah menjelaskan beberapa hal mengenai landing page. Saya harap bisa memberikan jawaban yang memuaskan ketika teman-teman menyimak semua artikelnya. Kalo pun masih belum memuaskan, saya masih membuka ruang diskusi untuk tanya-jawab mengenai digital marketing dan bisnis online lainnya.

landing page mastery

Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah mendaftar mentong Landing Page Mastery melalui link saya. Insya allah saya akan siap membantu teman-teman untuk riset target market sesuai dengan produk yang teman-teman promosikan. Tentunya dengan mempraktikkan terlebih dulu modul-modul yang ada di halaman member area Landing Page Mastery ini.

Kali ini, saya akan mencoba memberikan sedikit di antara banyak benefit atau alasan kenapa teman-teman harus ikutan mentoring Mungkin cuman 3, tapi saya harap bisa mewakili benefit mentoring ini secara garis besar. Terutama untuk teman-teman yang masih ragu untuk ikutan mentoring ini.

Silakan disimak pelan-pelan, ya!

1. Langsung Dari Praktisi

Hal pertama yang paling membedakan mentoring ini dari yang lain adalah mentornya. Mas Adhitya Tri adalah seorang digital marketer yang sudah bergerak di bidang ini selama kurang lebih 6 tahun lamanya. Jadi internet marketing adalah dunia yang disentuh oleh Mas Adhit sehari-hari, kayak saya juga tapi saya baru 1 tahun hehehe..

Nah, karena kita belajar langsung dari praktisinya, maka kita bisa bebas tanya-tanya masalah yang akan kita temukan dari hasil praktik kelas mentoring ini. Jadi pertanyaan dan masalah kita akan dijawab berdasarkan praktik lapangan bukan sekadar tau teorinya aja.

2. Dapat GRATIS AKSES TOOLS SNAPIXA 6 BULAN

Buat yang ga tau snapixa, ini tools buatan Mas Adhit dan kawan-kawan asli dari Indonesia. Jadi Snapixa adalah sebuah tools pembuat landing page tanpa menggunakan domain ataupun hosting. Jadi buat teman-teman yang malas untuk menyewa domain dan hosting bisa langsung gunakan snapixa ini secara gratis setelah terdaftar sebagai peserta mentoring Landing Page Mastery.

Disclaimer: saya bukan pengguna snapixa, karena saya sudah memiliki domain dan hosting sendiri. Jadi buat teman-teman yang tanya soal snapixa saya ga bisa jawab terlalu detail. Ada kelebihan dan kekurangannya untuk setiap pilihan kok teman-teman. Teman-teman bisa mempertimbangkan melalui perhitungan ekonomi atau dari sisi waktunya ya.

3. Landing Page Mastery Bisa Diikuti Oleh Semua Online Marketer

Buat teman-teman yang merasa masih gaptek, ga perlu minder untuk ikutan mentoring ini. Karena materinya udah disusun secara terstruktur dan sistematis oleh tim dari LPM, jadi ga perlu khawatir akan merasa ketinggalan ikutan mentoringnya. Jadi materinya bisa dipelajari dari newbie gaptek sampai mastah expert. Materi Landing Page Mastery teman-teman akan diajarkan membuat landing page dari NOL BANGET sampai punya LP yang berkonversi tinggi.

Teman-teman yang mendaftar jadi peserta LPM melalui link saya atau mendaftar LPM menggunakan kupon diskon DEMASTAH maka teman-teman akan saya bantu untuk riset target market sesuai dengan produknya. Tentunya dibantu dengan hasil praktik membuat landing page yang berkonversi tinggi di Landing Page Mastery.

***

Semoga dengan penjelasan benefit Landing Page Mastery ini bisa meyakinkan teman-teman yang masih ragu untuk daftar Landing Page Mastery. Karena LPM akan ditutup penjualannya setelah 12 November 2019. Iya penjualannya akan ditutup, bukan harga naik ya teman-teman. Jadi buat teman-teman yang masih mikir untuk menunda-nunda action batas deadline hanya sampai tanggal 12 saja.

Sebagai pemilik bisnis online, upgrade pengetahuan dan ilmu bisnis itu penting. Biar bisnis kita jadi lebih berkembang dan semakin meningkatkan profit kita. Aamiin.

4 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Membuat Landing Page

4 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Membuat Landing Page

Kalo punya produk baru untuk bisnis online kita, dimana temen-temen meletakkan produknya? Ada yang bikin postingan baru di instagram mungkin, ada yang kasih tau infonya di blog khusus toko onlinenya juga mungkin. Tapi sebenarnya ada 1 tempat yang bisa dimaksimalkan untuk menjelaskan produk baru kita secara efisien.

4 kesalahan membuat landing page

Sebenarnya ada banyak media, tapi penggunaan landing page lebih disarankan sebagai sarana promosi produk. Kenapa? Salah satu keuntungannya adalah akses cepat ke halamannya, karena ga terlalu banyak elemen yang harus di load dalam 1 waktu.

Pastinya temen-temen pengen bikin landing page yang bagus dan menarik, kan? Kita perlu tau kesalahan-kesalahan apa saja yang harus dihindari dalam pembuatan landing page. Silakan disimak:

1. Load Speed Lambat

Kebanyakan orang akan menutup halaman yang diliatnya setelah 5 detik menunggu tapi halamannya tidak terbuka. Wajar banget sih, karena halaman yang lemot bikin orang malas menunggu, kecuali emang niat banget untuk dapatin infonya. Makanya kita mesti punya halaman dengan kecepatan load yang maksimal.

Untuk menguji kecepatan load sebuah halaman, teman-teman bisa menggunakan Google PageSpeed. Dengan fitur dari google ini, kita bisa ngeliat nilai sebuah halaman yang kita buat. Kerennya lagi, Google PageSpeed juga akan kasih rekomendasi ke kita, apa saja yang harus dilakukan untuk menghasilkan sebuah halaman yang teroptimasi secara kecepatan loading.

2. Desain Yang Berantakan

Kesalahan nomor 2 yang sering dilakukan ketika membuat sebuah landing page adalah desain yang berantakan. Saya sering banget liat orang suka asal-asalan bikin landing page. Kalo kita aja promosinya ga pake hati, gimana produk kita bisa nyentuh hati orang untuk bisa beli? Bener ga?

Untuk menghindari hal itu, teman-teman harus banyak meliat referensi landing page yang bagus, atau minimal betah ngeliatnya. Kalo masih bingung juga cara bikin landing page teman-teman bisa ikutan mentoring membuat landing page dari NOL banget sampai bisa menghasilkan konversi ikutan aja. Biar nanti dibimbing bikin landing page dari awal.

3. Headline Yang Jelek

Judul ga menarik udah pasti bikin orang ga tertarik untuk membaca lanjutannya. Karena headline adalah hal yang pertama kali dibaca oleh calon pelanggan kita. Untuk mencari headline menarik kita harus sering-sering melihat referensi landing page dari brand terkenal atau orang yang kita kenal jago jualan di media sosial.

Biasanya, trik paling ampuh adalah meletakkan pain (masalah) pada headline. Misal, teman-teman lagi promosi produk herbal pelangsing badan. Maka headline yang bagus adalah yang langsung menyentuh masalah dari target market kita. “Inilah solusi turunkan berat badan paling ampuh hanya dalam 3 minggu”, misalnya.

4. CTA Yang Ga Mudah Dilihat

Ini yang sering dilupakan sama pembuat landing page. Sering banget saya liat tombol CTA-nya ada di bagian paliiiiing bawah banget dari sebuah landing page. Niatnya bagus karena pengen calon buyernya teredukasi dulu dengan info yang sudah diberikan. Tapi seperti yang kita tau, orang Indonesia itu rata-rata pada malas baca. Udah dikasih tau di website eh begitu masuk di WA tanya lagi hal yang sama. Padahal udah ada di depan matanya informasinya.

Jadi daripada ribet ngejelasin panjang-panjang baru mereka klik tombol CTA, mending dikasih liat duluan di bagian atas. Kalo saya sih biasanya tempat tombol CTAnya floating alias mengapung. Jadi sejauh apapun calon buyer skrolling landing page, tombol CTA-nya akan “ngejar” mereka untuk minta diklik. Asyik kan? Hehehe..

Tapi tetap ya posisinya harus diletakkan senatural mungkin. Informasi utama harus tetap terlihat dengan jelas oleh mata mereka. Biar mereka ga terganggu pandangannya dan ga ilfil ngeliat landing page kita.

***

Itu tadi 4 kesalahan yang sering dilakuin ketika membuat sebuah landing page promosi. Semoga teman-teman bisa tercerahkan dengan adanya informasi ini, ya. Silakan bagikan artikel ini ke teman 1 grup whatsapp, telegram, channel telegram, grup line, grup facebook dan grup bisnis manapun. Karena ini informasi gratis jadi boleh disebarkan secara gratis. Tapi bukan copas ya!

Pertanyaan buat teman-teman:

Headline yang bagus itu kayak gimana kalo menurut kalian?

Komen di bawah nanti akan saya baca.

Terima kasih sudah menyimak artikel ini sampai habis!

3 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Membuat Landing Page Bisnis Online Anda

3 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Membuat Landing Page Bisnis Online Anda

Dalam membuat sebuah landing page, ada banyak hal yang perlu dipikirkan. Mulai dari copywritingnya, desainnya kayak gimana, gambar/foto apa yang harus dimasukkin. Pasti pusing banget mikirinnya, apalagi kalo kita ngerjain semuanya sendirian.

Ada yang mati-matian jualan template landing page berkonversi tinggi dan menjanjikan income dengan cepat. Ya bisa aja sih dia mengklaim bisa menghasilkan income dengan cepat, tapi ga boleh juga mengabaikan komponen di dalamnya yang sangat berpengaruh sama konversi. Sebagai pebisnis online pemula, kita ga boleh tergiur dengan janji yang dituliskan sama mereka, harus bisa menganalisa terlebih dulu.

Ga masalah teman-teman mau bikin landing page dari template yang dibeli ataupun memulainya dari NOL banget. Kita masih bisa mengalami kesalahan-kesalahan ini dalam membuat landing page. Terutama dalam hal desain landing pagenya. Tapi selain desain ada juga kesalahan lainnya.. Apa saja itu? Mari kita simak sama-sama

1. Pesan Yang Tidak Jelas

Ga punya landing page bikin produk kita mengambang ga jelas di lautan pembeli. Ibaratnya dia ga tau siapa pemiliknya, yang pengen beli juga bingung pengen ambilnya gimana. Ini akan jadi masalah kalo dibiarkan begitu terus. Kita harus bisa membuat sebuah cerita yang menarik tentang produk kita.

Gimana bikin cerita itu menarik? Salah satu caranya adalah menentukan secara spesifik dan detail siapa saja orang yang bisa memiliki produk kita. Kalo selama ini kita cuman taunya produk kita itu bisa dimiliki semua orang, mulai sekarang kita harus mengkerucutkan orang yang bisa memiliki produk itu. Dengan begini kita akan lebih mudah membuat sebua cerita yang minimal menarik perhatian calon pelanggan dan kemudian meningkatkan konversi penjualan.

Contohnya aja teman-teman jualan produk digital. Kita akan jual kepada 2 orang yang berbeda, yang 1 adalah bisnis owner yang lebih berorientasi bisnis ketika ingin berinvestasi kepada suatu barang/produk. Orang ke-2 adalah orang dengan kemampuan finansial yang cukup untuk memiliki produk itu. Dia meliat seberapa banyak waktu yang bisa dihemat ketika memiliki produk itu.

Tentunya kita bisa membuat 2 cerita yang berbeda, kan? Ga bisa 1 cerita untuk semua. Sudah mulai paham ya?

2. Layout/Tampilan Yang Amburadul

Ketika mempromosikan sebuah produk, penampilan visual menjadi faktor penentu yang paling utama. Ketika layout sebuah halaman berantakan, orang udah pasti malas untuk baca info di dalamnya. Ga perlu terlalu idealis dengan memasukkan semua elemen yang menurut kamu keren tapi ternyata mengganggu orang untuk mendapatkan detail informasi produk kita.

Cukup perlihatkan tampilan sederhana yang lebih membuat orang fokus untuk membaca info di dalamnya. Itu akan lebih baik daripada memberikan elemen-elemen tidak penting. Karena landing page itu haruslah tampilannya sederhana dengan tombol navigasi yang minimal. Bahkan kalo perlu cuman 1 tombol doang, “beli sekarang” atau “order sekarang” yang bisa diklik.

3. CTA Yang Diabaikan Oleh Calon Pelanggan

Ini yang paling parah sih. CTA itu adalah kunci utama terjadinya konversi penjualan di landing page kita. Kalo tombol ini diabaikan, gimana bisa dapat profit?

Ini yang mesti yang diperbaiki di halaman penjualan kita. Tonjolkan tombol CTA lebih berbeda daripada informasi yang lain. Tapi letaknya tetap tidak boleh mengganggu penglihatan calon pelanggan untuk mendapatkan info lebih lanjut. Tempatkan CTA dengan posisi yang natural, di bagian atas bawah landing page adalah posisi yang paling baik.

Kalo pengalaman saya sih, biasanya tombol CTA saya buat floating alias mengapung di landing page. Jadi sejauh apapun calon buyer menggulirkan halaman produk, tombol CTA akan selalu berada di area penglihatannya. Jadi seolah-olah dia dikejar-kejar tombol itu untuk segera klik dan masuk sebagai database saya ke whatstapp. Tinggal mainkan teknik closing deh untuk bisa terjadi konversi penjualan. Keren ga tuh?

***

Bikin landing page sebetulnya gampang-gampang susah. Gampang kalo udah ngerti anatomynya kayak gimana. Susah kalo belum pernah bikin sama sekali. Oleh karena itu, buat teman-teman yang masih bingung gimana caranya belajar membuat landing page yang berkonversi tinggi, saya sarankan untuk ikutan mentoring online landing page mastery.

Di sana teman-teman akan diajarkan gimana caranya membuat landing page dari NOL BANGET dengan singkat cepat dan berkonversi tinggi. Saya juga akan bantu riset target market teman-teman yang ikutan landing page mastery melalui link yang saya berikan barusan. Jadi ga perlu repot lagi untuk memasarkan produknya menggunakan metode yang sudah diajarkan pada mentoring online ini.

 

error: Jangan coba-coba