Setelah saya mengenalkan beberapa peluang bisnis online yang berpotensi bisa dilakukan pada tahun 2020, saya akan mencoba menjabarkan salah satu model bisnis online yang menurut saya cukup potensial.

pengertian dan penjelasan afiliate marketing

Kita akan membicarakan salah satu model bisnis online yang namanya afiliate marketing. Secara umum, afiliate artinya menggunakan afilias untuk membantu penjualan sebuah produk atau jasa kepada konsumen.

Salah satu jasa afiliate marketing yang sekarang diminati adalah paid promote dan endorse. Tapi, agar lebih mudah menjelaskan model bisnis online ini maka saya akan menjelaskan dasar-dasarnya dulu.

Pengertian Afiliate Marketing

Afiliate ini konsepnya hampir sama dengan makelar di pasar konvensional. Masyarakat Indonesia lebih mengenal makelar daripada afiliasi, padahal keduanya punya fungsi yang sama: menjual produk orang lain untuk mendapatkan komisi dari penjualan.

Kita jadi perantara promosi saja, ga perlu stok barang ga perlu kirim barang juga, cukup promosi saja kalo ada penjualan kita dapat komisi. Tapi promosinya ga bisa yang asal-asalan ya, karena ini bukan produk kita maka kita harus bisa meyakinkan konsumen bahwa produk yang kita jual ini berkualitas baik.

Cara promosinya juga mesti dengan review produk/jasanya. Kita juga bisa membuat 1 halaman dengan daftar produk yang bermacam-macam untuk bisa lebih memudahkan konsumen melihat produk mana yang paling dia butuhkan.

Tips dari saya: selain melakukan review produk/jasa yang akan dipromosikan, kita juga bisa membuat artikel general yang masih ada hubungannya dengan produk/jasa tersebut. Meskipun presentasi keberhasilan penjualannya tidak terlalu tinggi, tetapi ini akan membuat kita akan lebih “kaya” secara konten dan tidak monoton dalam hal promosi.

Bisnis Afiliate Marketing

Buat yang masih pemula di dunia afiliate, pilihan yang bisa diambil untuk memulai praktik belajar menjadi seorang afiliate adalah dengan menjadi product creator atau afiliate marketer. Menjadi produk kreator, kita punya keleluasaan dalam sisi database karena hampir 100% kita bisa punya database konsumen sendiri. Kita juga bisa memasarkan produk kita ke marketplace produk yang sesuai dengan niche-nya.

Misalnya kalo teman-teman membuat sebuah ecourse atau ebook bisa memasarkannya di marketplace produk digital Indonesia seperti Ratakan.com. Atau kalo mau yang lebih elit dan mampu membuat konten berbahasa inggris, bisa memasarkannya ke situs marketplace produk digital luar negeri seperti jvzoo.com.

Kalo teman-teman masih belum memiliki produk sendiri, bisa saja mengambil produk dari marketplace yang sudah saya sebutkan di atas. Daftarnya gratis dan hanya perlu sebarkan link afiliate kita. Dengan usaha yang lebih rajin, kita bisa ketemu vendor yang punya banyak produk digital yang juga membuka penjualan melalui afiliate, nah teman-teman bisa juga memulainya dari sana.

Cara Menjadi Afiliate Online

Waktu dulu pertama kali tau ada model bisnis seperti ini, saya sempat kebingungan banget karena ga tau mesti ngapain dengan produk yang akan dipasarkan ini. Meskipun udah kontak-kontakan dengan pemilik produk digitalnya, ternyata mereka juga ga bisa membantu banyak. Saya harus belajar sendiri, entah itu melalui facebook, ebook dan video youtube.

Belajar otodidak membuat saya tau caranya tapi ga ngerti polanya. Seperti bisnis yang lain, afiliate juga memiliki pola tersendiri dalam menjalankannya. Saya justru tau pola ini ketika ikut kelas mentoring online tentang afiliate marketing. Kalo saja saya terus-terusan belajar sendiri, saya ga yakin bisa secepat ini kenal dengan strategi dan pola bisnis afiliate.

Alhamdulillah, setelah ikut kelas mentoring yang namanya Zuper Family mindset saya terbuka lebar dan mengerti pola yang harus dilakukan untuk menjalankan model bisnis ini. Dengan mengikuti Zuper Family ini, saya upgrade diri saya lebih cepat daripada sebelumnya, karena dimentori langsung oleh mentor yang berpengalaman di dunia afiliate marketing selama lebih dari 6 tahun.

Salah satu yang terpenting adalah: saya bisa belajar dari kesahalan yang pernah dilakukan mentor saya dan bisa menghindari untuk melakukan kesalahan itu waktu praktik materinya.

Seandainya saya belajar otodidak, mungkin sampai sekarang saya masih ga ngerti polanya menjalankan afiliate marketing. Bergabung ke Zuper Family membuat saya mempunyai teman-teman yang sesama pemula menjalankan afiliate, dan punya tempat untuk bertanya ketika kebingungan.

Salah satu cara paling mudah dilakukan untuk memulai praktik afiliate marketing adalah melakukan review produk/jasa. Teman-teman tinggal tuliskan atau buat video review tentang produk/jasanya. Reviewnya bisa dilakukan dengan menuliskannya di blog/website pribadi, atau meng-upload video reviewnya ke youtube.

Usahakan untuk memberikan review yang jujur, ya teman-teman. Makanya saya sarankan untuk keluar modal lebih dulu mencoba produknya sebelum melakukan reviewnya. Tapi, saya juga tidak melarang kalo temen-temen mau melakukan fake review, soalnya saya pun kadang-kadang melakukannya. Kenapa? Karena modal kita terbatas juga kan, jadi ga mungkin juga setiap kali ada produk baru kita beli terus.

Teman-teman juga mesti berhati-hati untuk memilih provider/vendor produknya. Sebagai afiliate marketer kita mempertaruhkan banyak kredibilitas. Selain kredibilitas kita sebagai afiliate, kita juga mempertaruhkan kredibilitas vendor. Perilaku kita, amanah kita, sebagai afiliate yang mempromosikan produk kita harus mempertanggung jawabkan janji yang sudah kita utarakan ketika ada sales yang terjadi.

 

One thought on “Pengertian dan Penjelasan Afiliate Marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.