Menjadi afiliate marketer adalah dedikasi ke dunia marketing secara umum. Karena, kita benar-benar harus riset produk apa saja yang memang cocok kita promosikan ke market kita. Selain itu, kita juga harus kenali mana vendor yang terpercaya mana vendor yang abal-abal. Selain menjaga reputasi kita sebagai afiliate marketer, kita juga menjaga kepercayaan market terhadap branding yang sudah kita lakukan selama ini.

afiliate marketer

Untuk teman-teman yang baru akan memulai menjadi seorang afiliate marketer, tentu ada beberapa hal yang harus dilakukan. Beberapa hal yang saya tuliskan di sini adalah berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya terhadap afiliate marketer senior yang saya ikuti media sosialnya. Jadi ini semacam rangkuman untuk teman-teman pemula yang ingin belajar afiliate marktering secara khusus.

1. Review Produk

Karena pekerjaan seorang afiliate adalah mempromosikan sebuah produk/jasa, maka saya sangat menganjurkan teman-teman mempunyai/mencoba produk dan jasa yang akan dipromosikan. Kenapa? Karena kejujuran seorang afiliate yang menentukan reputasinya. Kalo dia bohong sama reviewnya, maka kepercayaan marketnya akan menurun.

Padahal, kepercayaan adalah kunci orang bisa membeli sebuah produk/memakai sebuah jasa yang kita promosikan. Kalo orang ga percaya gimana dong?

Tapi, kita juga tidak bisa setiap kali ada launching produk selalu membeli produknya setiap saat. Tentu kita punya budget yang terbatas, kecuali memang ada teman-teman yang berjiwa sultan ya ga masalah bebas aja kalo kayak gitu.

Gimana mau review produk tanpa membeli atau mencoba sebelumnya?

Saya biasanya cari di instagram atau youtube dengan kata kunci produknya dan saya lihat bagaimana cara kerja produk/kualitas dari jasa tersebut. Terus setelah melihat dari video atau konten tersebut, gimana first impression saya terhadap produk tersebut akan saya jadikan bahan untuk review produknya.

Kalo produknya baru dan belum ada yang punya gimana?

Biasanya vendor yang mengerti tentang hal ini akan membuatkan beberapa video tutorial untuk praktik penggunaan produknya. Dari situ kita bisa menggunakan bahannya sebagai review produk. Kita juga bisa menggunakan materi email swipe yang sudah disediakan oleh vendor. Kalo saya biasanya menggunakan email swipe sebagai bank data untuk saya tulis ulang/buat ulang menggunakan bahasa saya sendiri.

Biasanya afiliate marketer akan melakukan review produk di blog pribadinya atau di channel youtubenya. Kalo saya biasanya akan saya tambah dengan melakukan kulgram (kuliah telegram) di channel telegram tentang produk yang akan saya promosikan.

2. Mengumpulkan Email (subscribers)

Afiliate Marketing erat kaitannya dengan email marketing. Hampir semua senior afiliate yang saya tau menggunakan email marketing sebagai salah satu senjata mereka mempromosikan sebuah produk. Saya pribadi belum menggunakan email marketing, karena email yang secara garis besar adalah tempat untuk menulis. Sementara saya sendiri mempunyai hampir 5 tempat untuk menuliskan sesuatu. Blog saya ada 3, belum lagi menulis panjang di facebook, belum lagi di channel telegram, belum lagi instagram. Kalau harus ditambah dengan email, kepala saya bisa berasap nanti hahaha.

Tapi kalo teman-teman masih punya waktu luang untuk menuliskan sesuatu di email, saya sarankan untuk menggunakan teknik ini juga. Karena kalo senior sudah mengatakan untuk segera menggunakan email marketing, maka segeralah dipraktikkan jika waktunya sudah lowong. Jangan ngikutin saya, ya.

Tips: Tidak perlu kirim konten email setiap hari ke database. Cukup 3-4 kali seminggu untuk cold market dan 1-3 kali untuk hot market

3. Melakukan Live Webinar

Buat yang masih awam sama istilah webinar saya akan coba kasih gambarannya sedikit. Webinar merupakan kependekan dari web seminar. Artinya seminar yang dilakukan lewat website atau bahasa mudahnya: seminar online. Sama seperti seminar pada umumnya, terutama yang ada hubungannya dengan dunia bisnis, di akhir sesi seminar akan selalu ada “jualan” yang dipromosikan.

Biasanya seorang afiliate marketer selalu melakukan webinar untuk mengkonversi cold market menjadi hot market. Karena dengan webinar, dia bisa menjelaskan produk yang akan dipromosikan dan orang yang berminat bisa bertanya langsung kepada si afiliate secara langsung. Webinar akan meningkatkan closing rate si afiliate, apalagi kalo materinya bagus.

Webinar bisa dilakukan di website khusus yang biasa dipake untuk melakukan webinar. Bisa juga menggunakan youtube atau facebook live streaming. Sama saja yang penting materi yang akan disampaikan memang dibutuhkan oleh target market kita.

4. Scale Up Menggunakan Ads

Ketika sudah mulai banyak leads yang masuk dan hot market sudah terkonversi menjadi buyer, maka kita bisa scale up database itu untuk diiklankan. Biasanya para afiliate menggunakan facebook ads atau instagram ads sebagai tempat beriklan. Walaupun ga semua afiliate marketer yang menggunakan cara ini, ada juga yang bermain full organik seperti Ci Christina Lie.

Untuk teman-teman yang pengen mencoba beriklan menggunakan facebook ads untuk mempromsikan produk digitalnya bisa menjalankan iklan facebook ads atau ig ads. Di Zuper Family (kelas afiliate marketer) yang saya ikuti, juga diajarkan beriklan menggunakan fb ads untuk mempromosikan produk digitalnya. Jadi buat yang gaptek ngiklan di facebook, tenang aja karena di kelas ini akan diajarkan caranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.