FUNNELING BISNIS ONLINE DI MEDIA SOSIAL

Salah satu elemen penting dalam berjualan di media sosial adalah funneling. Banyak yang ga ngerti elemen penting ini saat berjualan. Taunya yang penting jualan yang penting laku ada yang beli.

Benar, kok.

FUNNELING BISNIS ONLINE DI MEDIA SOSIAL

Tapi alangkah baiknya anda juga menguasai funneling dengan baik. Karena apa? Ketika anda mempunyai funneling yang baik, anda ga perlu keluar tenaga lebih besar untuk jualan.

Jualan ke 100 orang dengan jualan ke 1000 orang itu beda banget rasanya. Apalagi kalo semuanya tertarget. Saya bisa katakan lebih gampang cari lakunya ketika jualan dengan orang yang sudah minat sama kita/produk yang kita tawarkan. Karena saya sendiri sudah mengalaminya berkali-kali.

Lalu.. funneling itu apa sih memangnya?

Funneling dalam bisnis online adalah proses yang harus dilalui oleh seorang calon pembeli untuk bisa sampai terhubung dengan anda sebagai penjual atau bahkan sampai terjadi proses transaksi. Perubahan proses funneling ini terjadi seiring berubahnya pola marketing zaman sekarang.

Kalo dulu orang yang mendatangi tokonya dulu kemudian terjadi transaksi. Sekarang di rumahpun kita bisa melakukan transaksi jual beli tanpa harus bertatap muka dengan si penjual secara langsung. Karena ini pula yang menyebabkan keputusan seseorang untuk membeli sebuah produk menjadi lebih panjang.

Apa saja yang harus kita lakukan untuk bisa membuat seseorang yang pertama kali melihat iklan kita untuk kemudian membuatnya menjadi sebuah transaksi?

1. Awareness

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat brand bisnis online kita diketahui oleh banyak orang. Kalo orang ga tau, gimana kita bisa jualan?

Jadi kalo awal-awal membangun akun bisnis online, saran saya yang ditargetkan lebih dulu adalah awareness-nya. Yang penting orang kenal dulu sama kita, mau ada penjualan atau tidak itu nanti urusan belakangan gapapa. Minimal konsisten posting setiap hari selama 3 bulan dulu.

Karna saya mainnya di instagram, saya optimasi setiap postingan dengan hastag yang relevan dengan konten dan market yang ingin saya tarik perhatiannya. Saya cari hastagnya dengan melihat dari kompetitor yang udah jualan produk sejenis. Sambil juga memasukkan hastag brand sendiri biar dari awal udah terbentuk brandingnya.

2. Sisipkan Link Website/Whatsapp

Karena saya lebih banyak mainnya di instagram, jadi cuman bisa pasang 1 link di bio akun sendiri. Saya pribadi cuman pasang link yang langsung masuk ke WA bisnis. Ada juga yang menyarankan untuk kasih link untuk menjadi “wadah” beberapa link khusus. Bebas sih yang penting mereka yang follow bisa terkonversi jadi leads, entah itu leads di wa atau email.

Setiap postingan selalu arahkan untuk cek bio/ klik link untuk mengetahui info lebih lengkap. Masih ingat anatomi copywriting? Ada hook-story-offer-ATC, selalu ingatkan follower/friendlist untuk klik link di bio/DM kita agar mereka tau harus kemana menghubungi anda.

3. Kumpulkan Databasenya

Kalo misalnya anda jualan di ig seperti saya, sering kali closing terjadi di DM instagram. Apakah funnelingnya salah? Ga dong.. kan ujungnya juga closing?

Yang terpenting anda punya nomer hpnya si pembeli. Karena kalo cuman akun ignya doang nanti kalo misalnya kita pindah platform dia ga ikut lagi. Jadi kalo bisa anda pegang nomer hpnya, saat ada promosi anda bisa punya banyak channel untuk memberitahu pelanggan anda.

Kalo anda juga menggunakan email sebagai database justru lebih bagus, karena anda bisa punya database yang stabil. Dalam artian, orang jarang banget gonta-ganti email karena keperluan pekerjaan misalnya.

4. Repeat Order

Nah! Ketika database pelanggan anda sudah tersimpan dengan baik, entah itu nomor whatsapp ataupun email, manfaatkan hal itu dengan baik.

Ketika ada promo terbaru, segera hubungi mereka kembali. Sapa dengan ramah dan kirim pesan ke mereka di jam-jam santai. Pagi hari, saat istirahat atau saat malam setelah pulang bekerja. Jika produk yang anda jual memang bagus kualitasnya, mereka akan ingat dengan anda dan melakukan repeat order kembali.

Ga peru berharap langsung terjadi closing, yang penting mereka tau jika anda masih jualan. Dan yang lebih penting lagi, anda tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan anda.

=======

Apalagi kira-kira funneling yang terlewatkan oleh saya? Kasih komen dong!

Terima kasih sudah membaca sampai habis ya!

Jangan lupa follow instagram saya di @radhiannr insya allah saya akan sharing tentang bisnis online juga di sana. Jangan kaget kalo followersnya masih kecil, saya baru bikin soalnya hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shares
error: Jangan coba-coba
Open chat
hallo apa yang bisa saya bantu?