Sudah sejauh mana anda mengenal target market produk anda?

Apa memang anda jualan ke semua orang atau anda sudah tau siapa yang bisa dan mampu untuk memakai produk anda selama ini?

FYI, siapa tau masih ada yang belum tau, jualan ke semua orang itu ga mungkin bisa. Dan kalo pun bisa pasti capeeeek banget!!

cara mencari target market

Bisnis online itu berbicara sesuatu yang efektif dan efisien. Yang mana ini adalah 2 hal yang saya banget orangnya hahahaa.. agak narsis memang tapi gimana ya? Saya memang suka hal-hal yang efektif dan efisien dikerjakan. Karena semakin efektif maka semakin sedikit waktu yang terbuang sehingga saya bisa mengerjakan hal yang lain.

Nah balik lagi ke mencari target market.

Masalah terbesar seorang pebisnis online pemula ketika baru mulai berjualan adalah ga tau siapa yang harus dia juali. Dia kebingungan, harus jualannya ke siapa. Ujung-ujungnya jualan ke temen dan maksa temen untuk beli.

Ingat ya, banyak teman bukan berarti banyak orang untuk dijuali. Mereka bukan sapi perah anda yang bisa sewaktu-waktu bisa diambil susunya ketika anda butuh. Jualan ke teman boleh saja, tapi bukan berarti mereka tempat pelarian anda berjualan ketika produk anda tidak laku.

Bisnis online ga sebercanda itu, kawan.

Nah mulai sekarang anda harus bisa mencari tau siapa target market yang cocok untuk produk anda. Sehingga anda lebih gampang promosinya, lebih enak closingnya dan ga banyak energi yang terbuang.

Caranya gimana mas?

1. Pahami Produk Anda Luar Dalam

Yang dimaksud luar dalam adalah anda mengenali dan paham dengan produk yang anda jual. Bukan hanya sekadar paham fitur dan hapal bahan-bahan yang ada di produknya saja. Tapi juga mengerti manfaatnya, apa yang terjadi ketika customer memakai produk anda, dan yang terpenting: SIAPA yang bisa dan mampu memakai/membeli produk anda.

Tapi kan saya dropshipper mas, produknya ga ada di tempat saya. Gimana saya bisa tau kualitas produknya?

Saya juga dropshipper kok, sampai sekarang sampai tulisan ini di buat di bulan Juni 2020 ini. Tapi saya selalu membeli produk yang akan saya pasarkan/jual. Saya pengen tau apakah produk ini memang cocok saya hargai mahal, atau justru terlihat murahan sehingga harus dilakukan re-packaging lagi.

Maka dari itu saya sarankan, apapun status anda entah itu reseller, dropshipper ataupun supplier anda wajib memilikinya minimal 1 varian produk. Agar anda tau kualitasnya, agar anda bisa membayangkan siapa yang pantas memilikinya dan berapa harga yang bisa anda pasang ketika menjualnya nanti.

Kalo mau lebih detail lagi, bisa anda jabarkan lagi:

  • jenis kelaminnya yang cocok memakainya siapa,
  • umurnya dari berapa sampai berapa (ga mungkin dong semua orang bisa pake?)
  • apakah cocok dipakai mahasiswa/orang kantoran/yang berpasangan atau yang sudah berumur.
  • lokasi tinggalnya dimana, apakah produk anda bisa dikirim ke seluruh indonesia atau tidak.
  • influencer mereka siapa

2. Cari Dimana Mereka Berkumpul

Nah ketika anda sudah mengetahui siapa yang harus ditarget, langkah selanjutnya mencari dimana mereka berkumpul. Anda bisa melihat dari fans page, akun publik instagram, atau akun facebook personal si influencer. Anda juga bisa mencari mereka di grup facebook yang masih 1 niche dengan influencer produk anda yang sejenis.

Misalnya produk anda baju gamis, anda bisa mencari target market anda di grup yang sering membicarakan topik agama/religi.

Semakin banyak anda bisa mengidentifikasi tempat mereka berkumpul, semakin mudah anda menjual produk yang sedang anda promosikan. Jika anda kesulitan mencari tempat mereka berkumpul, anda bisa mencari akun kompetitor yang menjual produk yang sama dengan anda.

3. Gunakan Metode ATM

Ketika anda sudah menemukan tempat mereka berkumpul jangan langsung jualan di sana. Anda perhatikan dulu orang-orang yang sudah lebih dulu ada di sana. Perhatikan apa yang mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian calon buyer. Postingan apa yang memancing interaksi, caption apa yang mereka tulis dan seberapa sering mereka posting kontennya.

Anda amati, kemudian anda tiru untuk produk yang anda jual. Modifikasi dengan sesuatu yang lebih baik daripada kompetitor anda. Kalo anda teliti, anda pasti bisa menemukan kekurangan yang miliki oleh mereka untuk anda tonjolkan pada konten anda. Jadikan kekurangan di kompetitor sebagai keunggulan di tempat anda.

Ingat, metode ini bukan metode copas 100%.

BONUS TIPS: 4. Buat Penawaran Yang Tidak Bisa Ditolak

Berikan penawaran yang bisa membuat target pasar menjadi tergiur dan rugi ketika menolaknya. Misalnya anda memberikan bonus free ongkir ke seluruh indonesia dengan minimal pembelian 2 pcs produk anda. Atau untuk 10 pembeli pertama mendapatkan promo diskon 30% khusus hari ini saja.

Dengan begitu, sifat suka menunda mereka akan tertutupi dengan penawaran anda yang memikat. Agar penawaran anda lebih mengigit bisa amati promo yang diadakan kompetitor anda. Kemudian bisa anda terapkan ke calon pembeli anda dengan penawaran yang lebih menarik.

———–

Pada intinya cara ini berfokus di nomer 1. Anda harus benar-benar mengerti dan paham siapa yang berhak, pantas dan mampu menjadi pemilik produk yang anda jual. Ketika anda sudah mengetahui hal itu, langkah ke tahap selanjutnya akan lebih mudah.

Ketika sudah tau, saya yakin anda tidak akan lagi kesulitan mencari siapa pembeli anda dan dimana mereka berkumpul. Dengan cara ini, anda akan menghemat waktu untuk riset calon pembeli produk anda. Semakin hemat waktu yang digunakan untuk mencari calon pembeli produk anda, maka semakin cepat pula anda bisa menghasilkan penjualan.

Share dan like informasi ini jika bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca sampai habis. Sampai ketemu di sharing-sharing berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.