Press "Enter" to skip to content

Sudah Daftar Jadi Bangsa Asgardia?

Kalian punya mimpi tinggal di langit ga? Kalo iya, berarti sedikit lagi mimpi kalian bakalan jadi kenyataan. Soalnya sekarang lagi dibuka pendaftaran jadi Bangsa Asgardia. Nama Asgardia sendiri diambil dari kota mitologi Norse di langit. Gokil ga tuh?

Ini bukan hal yang mengada-ada, lho!

Jadi kata perwakilan dari manajemen Asgardia, Lena De Winne, dia seneng karna udah banyak banget orang yang daftar buat masuk komunitas negara ruang angkasa pertama ini. For your information, Lena De Winne ini sebelumnya udah 15 taun kerja di European Space Agency. Jadi hal-hal yang berbau ruang angkasa beliau udah hapal banget lah.

Dalam wawancaranya sama Wartawan BBC Indonesia Kak Endang Nurdin, De Winne bilang “Disejumlah negara, responsnya lebih banyak. Dan kami sangat senang. Orang Indonesia menjawab tawaran promisi tentang Asgardia”. Hah? Kok bisa orang Indonesia ikutan daftar?

Menurut Moedji Raharto, astronom di Observatorium Boscha Lembang, Jawa Barat, respon yang cukup tinggi dari masyarakat Indonesia dikarenakan banyaknya fenomena langit yang terjadi. “Di Indonesia sering terjadi fenomena langit. Seperti Gerhana, jadi kedekatan manusia dengan langit akan menjadi jalan dengan merespons setiap kali ada tawaran tentang perjalanan ke luar angkasa. Atau ada event yang menarik”.

Tapi kalopun udah daftar tetep aja belum bisa langsung tinggal di sana. Para pendaftar mesti tetap tinggal di Bumi dulu. Apa sih yang bikin konsep Asgardia ini jadi begitu menarik?

Asgardia, Bangsa Independen Luar Angkasa

Proyek ini pertama kali diumumkan pada Oktober 2016, adalah ilmuwan Rusia bernama Igor Ashurbeyli, yang menyebut Asgardia adalah bangsa independen pertama yang beroperasi di luar angkasa. Dalam 40 jam setelah diumumkan, udah ada lebih dari 100.000 orang yang mendaftarkan kewarganegaraannya di situs Asgardia. Siapa aja yang udah berusia di atas 18 tahun dan punya alamat email bisa ikutan daftar. Apapun gender, ras, agama, keuangan, punya tampang sejelek apapun semua bisa ikut. Bahkan bekas narapidana juga bisa daftar, lho! Asal bebas dari dakwaan apapun waktu daftar.

Saat ini udah ada sekitar 280.000 pendaftar dari 217 negara di seluruh dunia. Dengan mayoritas usia dari 18 sampe 35 tahun. Kalian tau? Negara Indonesia berada di urutan ke 7 dari berbagai kota, Jakarta, Bandung, Mataram bahkan sampai Jayapura. Gokil ga tuh?

Sementara negara yang terbanyak daftarin diri itu Turki, diikuti Cina, Amerika Serikat, Brazil sama Inggris.

Tanggapan Masyarakat

asgardia

via bbcindonesia.com

Banyak yang merespon baik soal proyek ini. Waktu baca di akun facebook Asgardia sendiri, masyarakat dunia terlihat antusias banget. Salah satu akun bernama Vishal Swami menulis “Asgardia adalah tujuan hebat. Saya berterimakasih kepada mereka yang membuat bangsa menyenangkan ini” ujarnya. Padahal masih sekadar daftar jadi warga negaranya. Wilayahnya juga belum tau dimana, tapi dia udah bisa memprediksi kalo itu bakal menyenangkan. Cenayang ini kayanya.

Pengguna lain, Yanaka Putra menulis “Saya bergabung karena saya ingin tinggal di ruang angkasa. Apakah ada perkiraan waktu kapan warga Asgardia akan mulai pindah ke ruang angkasa? Bukan bangsa ruang angkasa namanya jika tidak tinggal di ruang angkasa”. Nampaknya dia udah ga sabar lagi pengen jadi makhluk ruang angkasa. Sabar ya, bos! Masih dalam tahap perencanaan.

Siapa Pendiri Asgardia?

Kalian pasti penasaran siapa pendiri dari Asgardia? Dia adalah seorang manusia ilmuwan Rusia yang bernama Igor Ashurbeyli. Om Igor bilang, “Bukan fantasi. Pergi ke Mars dan lain-lain itu palsu. Saya ingin sesuatu yang lebih nyata”.

Katanya sih ilmuwan 53 tahun ini yang mendanai proyek Asgardia, tapi ga disebutin jumlahnya berapa. Yang jelas lebih dari 1.500 rupiah dong. Dia ini katanya miliuner, tapi namanya ga pernah muncul di jajaran orang terkaya versi Majalah Forbes.

Pakar roket yang lahir di Azerbaijan ini lulus dari Akademi Perminyakan di negara tempat dia lahir tahun 1985. Dan 3 tahun setelahnya dia mendirikan Socium, perusahaan perangkat lunak yang punya karyawan lebih dari 10.000 orang, berdasarkan dari situs perusahaan itu.

Abis itu dia pindah Ke Moskow dan mulai menancapkan “taring”nya di dunia industri sains. Igor Ashurbeyli juga pernah meraih penghargaan dalam bidang sains dan teknologi. Igor bilang kalo Asgardia bakal didaftarkan untuk bisa ngedapatin pengakuan dari PBB pada tahun 2018.

Tapi Professor Sa’id Mosteshar. Direktur London Institute of Space Policy and Law, ragu kalo Asgardia bisa diakui berdasarkan undang-undang internasional. “Traktat ruang angkasa… yang diterima oleh semua orang menyebutkan dengan jelas bahwa tidak ada bagian dari ruang angkasa yang dapat diklaim oleh negara manapun”. Gitu kata Ami Sa’id.

Jadi gimana gaes? Kalian tertarik ga untuk bergabung ke Negara Asgardia ini?

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: